SIA-SIA MENURUT AL-QURAN
A. (Al-Baqarah; 217)
Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
B. (Ali-’Imraan; 191)
Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
C. (At-Taubah; 017)
Artinya: Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka.
D. (At-Taubah; 069)
Artinya: (keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin adalah) seperti keadaan orang-orang yang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kamu. Maka mereka telah meni`mati bagian mereka, dan kamu telah meni`mati bagianmu sebagaimana orang-orang yang sebelummu meni`mati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu, amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.
E. (Ar-Ra’d; 014)
Artinya: Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
F. (Al-Kahfi; 104)
Artinya: Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
G. (Ghafir; 025)
Artinya: Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata: “Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka”. Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).
H. (Ghafir; 050)
Artinya: Penjaga Jahannam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang”. Penjaga-penjaga Jahannam berkata: “Berdo`alah kamu”. Dan do`a orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.
I. (Asy-Syuura; 016)
Artinya: Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.
J. (Al-Waaqi’ah; 025)
Artinya: Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,
K. (An-Nabaa’; 035)
(Ayat sebelumnya: Orang-orang bertaqwa mendapat kemenangan)
Artinya: Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta.
L. (Al Fiil; 002)
Artinya: Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka`bah) itu sia-sia?
INTISARI PER AYAT
A. (Al-Baqarah; 217)
Dosa besar yang tidak diampuni Allah adalah murtad atau keluar dari agama islam dan segala amalannya di dunia dan akhirat tidak akan diterima Allah.
B. (Ali-’Imraan; 191)
Orang-orang yang berakal akan paham bahwa segala yang diciptakan Allah pasti ada manfaatnya.
C. (At-Taubah; 017)
Allah tidak akan menerima segala amalan orang-orang kafir.
D. (At-Taubah; 069)
Orang-orang kafir dan munafik tidak akan diterima Allah segala amalannya di dunia dan diakhirat sebagaimana orang-orang kafir dan munafik terdahulu.
E. (Ar-Ra’d; 014)
Hanya Allahlah satu-satunya tempat memohon doa-doa dan doa orang-orang kafir adalah percuma karena tidak ada suatu apapun yang berhak mengabulkan selain Allah.
F. (Al-Kahfi; 104)
Segala amalan orang-orang kafir tidak akan diterima Allah.
G. (Ghafir; 025)
Ancaman orang-orang kafir yang mendustakan ayat Allah tidak mampu menggoyahkan orang-orang yang beriman.
H. (Ghafir; 050)
Allah tidak akan mengampuni orang-orang kafir.
I. (Asy-Syuura; 016)
Orang-orang kafir akan dimurkai Allah.
J. (Al-Waaqi’ah; 025)
Orang-orang yang beriman akan masuk surga.
K. (An-Nabaa’; 035)
Orang-orang yang beriman akan masuk surga.
L. (Al Fiil; 002)
Allah akan melindungi orang-orang yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir.
KESIMPULAN
a) Orang-orang kafir tidak akan memperoleh ampunan Allah dan tidak akan diterima segala amalannya baik di dunia maupun di akhirat.
b) Segala yang diciptakan Allah pasti ada manfaatnya.
c) Janji Allah terhadap orang-orang yang beriman adalah surga.
d) Allah melindungi orang-orang yang beriman.
