Biography
[slideshow id=144115188096391569&w=426&h=320
Juli Wardah lahir di Medan, 01 Juli 1987, anak ketiga dari empat bersaudara. Gadis kelahiran tanah batak ini merupaka seorang gadis yang periang, manja dan cenderung apa adanya. Ia berhasil menyelesaikan studi sarjananya sebagai Sarjana Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan hasil yang cukup memuaskan. Ada awal, maka ada akhir. Inilah prinsip yang dipegangnya, jika sudah memulai suatu pekerjaan. Perkara hasil adalah urusan belakang asalkan sudah berusaha secara maksimal.
Pada awal tahun 2005, perempuan yang kerap disapa Juli ini merantau ke tanah Jawa untuk menempuh studi S1 nya. Ia nekad berangkat seorang diri ke luar pulau hanya dengan bermodalkan niat dan keyakinan bahwa segala sesuatu tidak ada yang perlu ditakutkan selama diawali dengan niat dan jalan yang benar. Tahun-tahun pertama di kota barunya (Malang) dihadapi dengan baik, meskipun pada awalnya cukup sulit karena harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba baru.
Keadaan keluarga yang terbilang mampu, menjadikan Juli tidak terlalu kesulitan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Akan tetapi, kehidupannya berubah drastis semenjak kehilangan dua orang yang sangat dicintainya, yaitu kakak laki-lakinya pada tahun 2005 dan ayahnya pada 2007 silam. Keadaan tersebut membuat Juli sempat down. Ia tidak hanya kehilangan kakak dan orang tuanya, keadaan tersebut juga banyak mengubah pola pikir dan kepribadiannya. Namun, Ia berhasil memetik hikmah dari semua yang dialaminya dan mengubahnya menjadi lebih mampu untuk berpikir positif terhadap segala sesuatu. Juli meyakinkan diri bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kekal, selain Allah SWT dan semua yang terjadi merupakan rangkaian peristiwa yang memang harus dilewati dan dinikmati. Selain itu, ia juga semakin menyadari bahwa dalam hidup ini tidak ada penderitaan dan kebahagiaan yang abadi. Semuanya merupakan suatu paket kehidupan yang sudah dibuat Sang Khalik di mana ada manis karena ada pahit, ada putih karena ada hitam, ada kebahagiaan karena ada kesedihan dan ada senang karena ada susah.
Motivasi yang kuat dari diri sendiri, keluarga, pasangan, sahabat dan orang-orang tercinta lainnya membuat Juli selalu berhasil melewati segala kesulitan yang ada.
http://4.bp.blogspot.com/_FD3cmKAJ3Ko/TOTwhMCpo2I/AAAAAAAAACM/MCvcVnviV5U/S1600-R/cahaya.jpg

Aslm
Wadoh rek, akhirnya mo belajar juga bikin blog..
Semangat ya dek Uwi..
Makasih ya mas atas dukungannya..
Mohon bimbingannya selalu..:-)
Ajari la jul buat blog kyk gni.
hehe..sorry bgt rin…aku baru buka blog setelah sekian lama…jadi gak tau ada comment mu…aku gak bisa ngajarin rin..langsung aja ma guruku langsung, mas Ucup,hehe..